Langsung ke konten utama

Postingan

Napas Kerinduan

Engkau adalah Doa, dan aku tidak membutuhkanmu malam ini. Biarkan aku sendirian.

[…]

Engkau adalah Penggoda. Yang mengutusmu ialah Kematian. Dan aku tidak akan termakan hasutan kalian. Enyahlah!

Engkau adalah Kehidupan, yang menyarukan ketamakan. Jangan lagi engkau berisik.

[…]

Engkau adalah Uang. Dan jangan kaupikir aku tergila-gila kepadamu. Bagiku engkau takmelebihi gumpalan tahi.

[…]

Engkau adalah Cinta. Ada kenikmatan dalam genggamanmu, dan juga ada kegetiran pada tapak kakimu. Aku sudah jenuh jatuh cinta, dan aku tidak akan terjatuh lagi.

Engkau adalah Kebahagiaan, dambaan segala makhluk yang berakal. Taksudi aku memburumu; engkaulah yang mesti menungguku.

[…]

Engkau adalah Kerinduan, yang kuhirup sinambung hingga sehabis-habisnya zaman.❖

Danau Toba, 20 April 2018
Jarar Siahaan

kepingan dari catatan harianku tanggal 31 Desember 2014

Kalimat yang Takbaik dan Takbenar

Kalimat yang baik (pragmatikal) dan benar (gramatikal) dapat dipelajari antara lain dengan menemukan kesalahan tata bahasa dalam kalimat-kalimat yang tengah kaubaca. Berikut lima belas contoh kalimat bahasa Indonesia yang takbaik dan takbenar beserta koreksinya. Beberapa koreksi kutulis samar-samar dengan gaya bahasa satire.

Pada bulan Desember, empat tahun yang lalu, kami bertemu di pantai Danau Toba. Penggunaan kedua tanda baca koma dalam kalimat di atas salah, tidak perlu.

Carilah pacar yang sesuai tabiatmu yang jahat. Kalimat yang benar menggunakan “sesuai dengan”: Carilah pacar yang sesuai dengan tabiatmu yang jahat.

Kapolres yakin bahwa tersangka pelaku penipuan lewat Facebook itu mungkin memiliki lebih dari lima akun palsu. Aku takyakin siapa yang berbohong: mungkin Kapolres atau mungkin juga wartawan si penulis kalimat. Awalnya sudah “yakin”, tetapi kemudian masih “mungkin”?

Saya sulit sekali menjawab soal-soal bahasa Indonesia ini. Yang sulit menurut makna kalimat itu: “saya”. Se…

Mendetoks Racun Medsos

Kegemaran banyak orang akan media sosial dan ponsel pintar sebenarnya takganjil, karena sebagai makhluk sosial dia secara kodrati selalu bernafsu untuk berinteraksi dengan orang lain, termasuk lewat internet. Yang jadi perkara: manakala penggunaan medsos dan gawai mengakibatkan iritasi sosial atau pembohongan publik.

Di beberapa kota di Indonesia pernah diberitakan bahwa makin banyak suami istri bercerai gara-gara berselingkuh dengan temannya di Facebook, dan di Inggris serta Amerika Serikat pun terbit hasil riset yang sama. Aku yakin engkau juga pernah merasakan atau menyaksikan dampak negatif media sosial terhadap hubungan antarpribadi teman-temanmu.

Ada remaja memusuhi teman sekolahnya karena temannya itu pelit “memberi jempol” pada status Facebook-nya. Ada ibu-ibu rumah tangga cekcok lantaran yang satu rajin mengunggah status dukungan terhadap Prabowo sedangkan temannya mati-matian membela Jokowi. Pernah kubaca di Google+ atau Twitter: dua laki-laki dewasa, karyawan di kantor yang…

Jatuh Cinta kepada Wartawan

Aku minggat dari rumah namboru, saudari ayahku, di Ternate, Maluku Utara: pagi hari, pukul 05.30, aku melompat melalui pagar beton rumah kemudian bergegas ke pelabuhan untuk menumpang kapal samudra Umsini selama lima hari menuju ke Belawan, Sumatra Utara.

Waktu itu aku masih remaja kencur, baru satu tahun duduk di bangku SMA, dan baru lulus ujian kenaikan kelas. Semenjak bersekolah di Ternate mulai kelas II SMP aku tidak kerasan tinggal di rumah tanteku itu karena dipaksa berdisiplin. Aku melawannya dengan berkali-kali bolos sekolah. Pernah selama beberapa hari aku mangkir, tidak pulang ke rumah tanteku, tidur di tangsi kodim di rumah Wawan, sahabatku di sekolah dan di dojo karate. Pada akhirnya aku hengkang dari Ternate dan kembali ke kampung halaman di Balige, Toba Samosir, supaya bisa bertindak sendiri sebebas-bebasnya​. Sejak kanak-kanak aku memang keras kepala. Semasih di sekolah dasar aku nakal sekali, tapi kedua orang tuaku tidak pernah memarahiku walaupun mereka tahu aku suka …